RESPONSIBILITY

Katalog Pameran Tunggal Deni Je

RESPONSIBILITY

Apakah dosen seni lukis harus bisa melukis? Pertanyaan ini sudah lama muncul, beberapa tahun lalu, terutama sejak temanku sesama dosen seni lukis di ISI Yogyakarta dikritik oleh seorang seniman yang mempertanyakan kualitas kesenimanannya.
Apakah dosen seni lukis harus bisa melukis? Aku mencoba mencari komparasi dengan profesi lain. Bukankah dokter spesialis kandungan tidak harus bisa mengandung? Berapa banyak pria yang menjadi dokter kandungan; ibu-ibu yang tengah hamil pun khusuk mendengarkan arahan sang dokter yang tidak becus mengandung itu. Apakah dengan demikian dosen seni lukis tidak mesti bisa melukis?
Tidak puas dengan itu, aku segera mencari pembanding lainnya. Bagaimana jadinya jika guru Bahasa Inggris tidak dapat berbicara menggunakan bahasa itu? Ia mesti menguasai gramatika bahasa asing sebelum mengajarkannya pada para murid yang akan menurutinya. Apakah dengan demikian dosen seni lukis mesti bisa melukis?
Perbandingan di atas skornya 1-1. Aku mesti mencari padanan lain. Pelatih sepak bola, yang umumnya telah berusia tua, pasti akan kepontal-pontal jika ditandingkan dengan anak didiknya yang masih belia. Tetapi, pelatih tersebut tentu memiliki banyak pengalaman tentang persepakbolaan, baik pengalaman yang dialami sendiri maupun sejarah pengalaman orang lain yang ia pelajari.

Detail Buku

Jumlah halaman: 71
Ukuran: 23 x 15,5 cm
Bahasa: Indonesia
Penerbit: ArtCiv
Tahun terbit: 2022

Follow KAMI
KONTAK
Indonesia
penerbitartciv@gmail.com
Bekelan rt 02, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul
Scroll to Top